Pembahasan Materi Barisan dan Deret Aritmatika
Pengertian Barisan Aritmatika
Sebelum memahami pengertian
barisan aritmatika kita harus mengetahui terlebih dahulumengenai pengertian
basiran bilangan. Barisan bilangan merupakan sebuah urutan dari bilangan yang
dibentuk dengan berdasarkan kepada aturan-aturan tertentu. Edangkan barisan
aritmetika dapat didefinisikan sebagai suatu barisan bilangan yang tiap-tiap
pasangan suku yang berurutan mengandung nilai selisih yang sama persis,
contohnya adalah barisan bilangan: 2, 4 , 6, 8, 10, 12, 14, ...
Barisan bilangan tersebut dapat
disebut sebagai barisana aritmatika karena masing-masing suku memiliki selisih
yang sama yaitu 2. Nilai selisih yang muncul pada barisan aritmatika biasa
dilambangkan dengan menggunakan huruf b. Setiap bilangan yang membentuk
urutan suatu barisan aritmatika disebut dengan suku. Suku ke n dari sebuah
barisan aritmatika dapat disimbolkan dengan lambang Un jadi untuk
menuliskan suku ke 3 dari sebuah barisan kita dapat menulis U3.
Namun, ada pengecualian khusus untuk suku pertama di dalam sebuah barisan
bilangan, suku pertama disimbolkan dengan menggunakan huruf a.
Maka, secara umum suatu barian
aritmatika memiliki bentuk :
U1,U2,U3,U4,U5,...Un-1
a, atb, a+2b, a+3b,
a+4b,...a+(n-1)b
Cara Menentukan Rumus suku
ke-n dari Sebuah Barisan
Pada barisan aritmatika, mencaru
rumus suku ke-n menjadi lebih mudah karena memiliki nilai selisih yang sama,
sehingga rumusnya adalah:
U2 = a + b
U3 = u2 + b = (a + b) + b =
a + 2b
U4 = u3 + b = (a + 2b) + b = a +
3b
U5 = u4 + b = (a + 3b) + b = a +
4b
U6 = u5 + b = (a + 4b) + b = a +
5b
U7 = u6 + b = (a + 5b) + b = a +
6b
.
.
.
U68 = u67+b = (a + 66b) + b = a +
67b
U87 = u86+b = (a + 85b) + b = a +
86b
Berdasarkan kepada pola urutan
diatas, maka kita dapat menyimpulkan bahwa rumus ke-n dari sebuah
barisan aritmatika adalah:
Un = a + (n – 1)b dimana n
merupakan bilangan asli
Pengertian Deret Aritmatika
Deret aritmatika dapat
didefinisikan sebagai jumlah keseluruhan dari anggota barisan aritmatika yang
dihitung secara berurutan. Sebagai contoh kita ambil sebuah barisan aritmatika
8,12,16,20,24 maka deret aritmatikanya adalah 8+12+16+20+24
Untuk menghitung deret aritmatika
tersebut masih terbilang mudah kaerna jumlah sukunya masih sedikit:
8+12+16+20+24 = 80
Namun, bayangkan jika deret
aritmatika tersebut terdiri dari ratusan suku, tentu akan sulit untuk
menghitungnya, bukan? Oleh karenanya, kita harus mengetahui rumus untuk
menghitung jumlah deret aritmatika. Rumus yang biasa digunakan adalah:
Sn = (a + Un) × n : 2
Sebelumnya kita sudah mengetahui
rumus untuk menghitung Un, maka rumus tersebut dapat dimodifikasi menjadi:
Sn = (a + a + (n – 1)b) × n :
2
Sisipan pada Deret Aritmatika
Sisipan pada deret aritmatika
dapat diperoleh dengan cara menambahkan deret kecil aritmatika lainnya diantara
dua buah suku yang berurutan di dalam sebuah deret aritmatika. Untuk
memahaminya dengan lebih mudah perhatikan saja contoh berikut ini:
Deret aritmatika awal:
2+8+14+20+26+32
Deret aritmatika setelah diberi sisipan:
2+4+6+8+10+12+14++16+18+20+22+24+26+28+30+32
Nilai selisih pada deret
aritmatika yang telah diberi sisipan (b1) dapat diketahui dengan menggunakan
rumus:
b1 = b/(k+1)
b1 = selisih pada deret yang
telah diberi sisipan
b = selisih pada deret aritmatika
awal
k = banyaknya bilangan yang
disisipkan
sebagai contoh untuk menghitung
selisih deret baru pada deret aritmatika yang telah saya tuliskan diatas
adalah:
Deret awal: 2+8+14+20+26+32
Deret baru:
2+4+6+8+10+12+14++16+18+20+22+24+26+28+30+32
Rumus: b1 = b/(k+1)
Diketahui:
b = 8 – 2 = 6
k = 2
Maka:
b1 = 6/(2+1)
b1 = 6/3
b1 = 2
Demikianlah penjelasan mengenai
pengertian barisan dan deret aritmatika.
Source:
http://www.rumusmatematikadasar.com
No comments:
Post a Comment